Sunday, October 20, 2019

Pelacur Di Arab Juga Pakai Cadar

Bismillahirrohmanirrohiim
 Seseorang pernah mendatangi BUYA HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah). Sambil berniat merendahkan hijab ia berkata, “Pelacur di Arab itu memakai cadar dan hijab”
Jawaban Buya Hamka tak terduga!
.
“Oh ya? Saya barusan dari Los Angeles dan New York, Masya Allah, ternyata disana tidak ada pelacur,” kata Buya HAMKA.
.
 “Ah mana mungkin Buya, di Makkah saja ada kok. Apalagi di Amerika, pasti banyak lagi,” kata tamunya itu.
Maka kata Buya Hamka, “Kita ini memang hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari.
.
"Meskipun kita ke Mekkah, tetapi jika yang diburu oleh hati adalah hal-hal yang buruk, maka setan dari golongan jin dan manusia akan berusaha membantu kita untuk mendapatkannya.
.
“Tetapi sebaliknya, sejauh perjalanan ke New York, Los Angeles, bila yang dicari adalah hikmah, kebajikan dan kebaikan, maka segala kejelekan seolah akan hilang dan bersembunyi” tutupnya.
Hati kita pun bila sudah busuk, maka seringkali dipertemukan pada hal-hal yang busuk pula, walaupun di tempat baik sekalipun!
Semoga hati kita selalu dibersihkan dari kotornya penyakit hati dengan senantiasa berdzikir mengingat Allah.


Sumber:

彡●彡 *PENYESALAN SEORANG* *ANAK TERHADAP IBUNYA* 彡●彡


*Pada suatu hari, Seorang Anak*
*berkata pada ibunya : “*
―――――――――――――
*Ibu, aku malu sama teman-*
*temanku, mereka memiliki ibu*
*yang sempurna secara fisik dan*
*mereka bangga terhadap ibu*
*mereka,*
―――――――――――――
*tapi aku bu, mengapa aku*
*memiliki ibu yang buta. Andai saja*
*aku tau, aku dilahirkan oleh*
*seorang ibu yang buta, maka aku*
*lebih memilih untuk tidak*
*dilahirkan”*
―――――――――――――
*Mendengar kata-kata yang keluar*
*dari mulut anaknya,*
―――――――――――――
*sang ibu berkata : “Nak, ibu*
*memang buta, tetapi walaupun*
*kamu malu dengan keadaan fisik*
*yang ibu miliki, ibu tetap sayang*
*padamu nak.."*
―――――――――――――
*Anak menjawab : “ Bu, semua*
*teman-temanku selalu*
*menghinaku, bahkan tidak ada*
*satu perempuan pun yang suka*
*padaku karena melihat fisik ibu*
*yang tidak sempurna.*
―――――――――――――
*Mereka takut jika kelak menikah*
*denganku anak kami juga akan*
*cacat, buta seperti ibu ”.*
―――――――――――――
*Mendengar perkataan anaknya,*
*Sang ibu begitu terpukul dan*
*menangis,*
―――――――――――――
*namun demikian Sang Ibu tetap*
*sayang pada anaknya. tak henti-*
*hentinya ibu itu berdo’a untuk*
*anaknya.*
―――――――――――――
*Detik berganti menit, menit*
*berganti jam, jam berganti hari,*
―――――――――――――
*akhirnya Si Anak menyelesaikan*
*pendidikan S1 di Fakultas Teknik.*
―――――――――――――
*Betapa bangganya hati Sang ibu*
*mendengar anaknya akan*
*diwisuda dan menjadi* *seorang*
*Insinyur, tak sia-sia*
*pengorbanannya selama ini*
*dengan berjualan di pasar untuk*
*menyekolahkan Si Anak,*
――――――――――――― *tak*
*kenal lelah Sang ibu bekerja*
*walaupun dalam keadaan*
*matanya yang buta. Sampailah*
*saat yang ditunggu- tunggu ,*
―――――――――――――
*saat Anaknya dan yang lainnya*
*akan diwisuda. Teman-teman*
*berserta orang tuanya dan*
*keluarga berkumpul menantikan*
*acara dimulai,*
―――――――――――――
*tetapi Sang ibu sama sekali tidak*
*diajak Anaknya untuk menghadiri*
*wisuda tersebut.*
―――――――――――――
*Akhirnya Sang ibu datang sendiri*
*keacara tersebut,*
―――――――――――――
*sesampainya ditempat Anaknya*
*akan diwisuda, betapa bahagianya*
*hati sang ibu mendengar nama*
*anaknya dipanggil kedepan*
*dengan nilai terbaik.*
―――――――――――――
*Namun si Anak sangat malu*
*terhadap teman-teman dan*
*kekasihnya ketika mengetahui*
*ibunya juga hadir di* *acara wisuda*
*itu,* ――――――― *acara yang*
*seharusnya menurut si Anak*
*membuatnya bahagia.* *Pada saat*
*itu,* ―――――――――――――
*sang ibu mendekati Si anak*
*sambil meraba-raba wajah*
*anaknya, lalu kekasih Si anak*
*bertanya pada: dia “ Siapa*
*perempuan buta itu ?"*
――――――――――――― *si*
*Anak tidak menjawab dan hanya*
*diam membisu.*
―――――――――――――
*Akhirnya sang ibu berkata bahwa*
*dia adalah ibunya. mendengar*
*ibunya berkata demikian,*
――――――――――――― *Si*
*Anak akhirnya pulang sebelum*
*acara selesai dan meninggalkan*
*ibunya sendirian.*
―――――――――――――
*Setelah acara selesai akhirnya*
*sang ibu juga pulang kerumah*
*tanpa anaknya.*
―――――――――――――
*Namun siapa yang tau kapan ajal*
*akan tiba,*
―――――――――――――
*ketika hendak menyebrang jalan*
*sang ibu meninggal dunia.*
―――――――――――――
*Betapa terkejutnya sh Anak ketika*
*pihak rumah sakit mengabarkan*
*bahwa beberapa menit yang lalu*
*ibunya telah meninggal akibat*
*kecelakaan.*
―――――――――――――
*Dan petugas kepolisian*
*memberikan tas yang dibawa*
*ibunya pada saat menghadiri*
*wisuda,*
――――――――――――― *si*
*Anak hanya diam duduk*
*menunggu ibunya yang masih*
*dibersihkan dari sisa-sisa darah*
*yang masih menempel di*
*tubuhnya.*
―――――――――――――
*Pada saat menunggu jenazah*
*ibunya, si Anak membuka tas*
*kesayangan ibunya yang lusuh*
*dan kumal itu.*
―――――――――――――
*Disana terdapat foto Sang ibu*
*ketika mengandungnya, dan*
*betapa terkejutnya Si Anak ketika*
*membaca sepucuk surat yang*
*begitu lusuh yang terdapat*
*didalam tas ibunya.*
――――――――――――― *Si*
*Anak membaca surat tersebut,*
*dan didalam surat itu tertulis : “*
―――――――――――――
*Banjarmasin, 12 Oktober 1984,*
*Anakku yang sangat kucintai, bayi*
*mungilku yang sangat kusayangi,*
*betapa kau sangat berharga*
*dihati ibu nak.*
―――――――――――――
*Walaupun kau buta dari lahir*
*tetapi ibu sangat menyayangimu,*
―――――――――――――
*kaulah anugrah terindah yang ibu*
*miliki. Nak,*
――――――――――――― *ini*
*adalah surat terakhir yang ibu*
*tulis, karena besok ibu sudah*
*tidak bisa lagi menuliskan kata-*
*kata diatas kertas*
―――――――――――――
*Karena besok ibu akan*
*mendonorkan kedua* *mata ibu*
*untukmu nak,*
―――――――――――――
*agar kelak kau dapat melihat dan*
*menikmati indahnya dunia,*
*anugrah yang diberikan ALLAH.*
―――――― *Nak suatu saat jika*
*ibu sudah tiada dan kau ingin*
*melihat ibu, berkacalah nak,*
*≈karena dimatamu ada ibu yang*
*selalu menemanimu ”.*
―――――――――――――
*Airmata Si Anak pun mengalir*
*deras, ia menyesal karena sudah*
*terlambat bagi dirinya untuk*
*membahagiakan ibunya. Si Anak*
*teringat dengan semua perbuatan*
*yang ia lakukan terhadap ibunya,*
―――――――――――――
*dia hanya duduk terdiam tersimpuh*
*di depan kaki ibunya yang telah*
*terbujur kaku.*
―――――――――――――
*Semua telah terjadi dan kini*
*ibunya telah pergi untuk selama-*
*lamanya.*
―――――――――――――
*dalam hal ini mengajarkan*
*betapa besar kasih sayang*
*seorang ibu terhadap anaknya,*
*tanpa mengharapkan balasan.*
*#semoga SEMUA ANAK berbakti TERHADAP IBUNYA#*
Aamiin
😭😭😭😭😭😭
*salam persaudaraan*
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Sumber:
https://web.facebook.com/parlan.aris/posts/679892482519788

Sunday, February 10, 2019

10 Cara Membantu Seseorang Yang Sedang Depresi

Depresi adalah salah satu penyakit mental yang hampir menjangkit 20% populasi dunia saat ini. Agak sedikit susah menjabarkan tentang penyakit depresi ini karena depresi memberikan efek yang berbeda-beda kesetiap orang dan boleh jadi kita tidak menyadari kalau kita terkena penyakit depresi ini. Namun hal yang paling mudah dideteksi jika kita terkena depresi adalah jika kita mengalami kesedihan dalam waktu yang cukup lama, kegelisahaan, dan kekosongan hati. Seseorang yang terkena depresi dapat juga dilihat jika tidak terlalu bergairah dalam melakukan aktivitas, dan juga susah tidur. Hal lain tentang depresi, adalah bahwa depresi ini tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga menyerang hewan, khususnya anjing.

Jadi misalkan kita punya teman yang sedang depresi dan kita ingin membantu teman tersebut. Kita juga tetap harus berhati-hati, soalnya kadang2 sekalipun kita mempunyai maksud yang baik dengan mengucapkan kata-kata yang baik, teman yang depresi ini dapat menerjemahkan kalimat kita dalam konteks yang berbeda sehingga justru membuatnya lebih depresi lagi. :v

So... berikut 10 tips untuk membantu orang yang sedang depersi...

1. Hindari mengucapkan "Berpikir positif saja" kepada orang yang sedang depresi...
Kita sangat mudah mengucapkan kalimat tersebut kepada seseorang yang sedang depresi. Kita selalu terjebak dalam ide pemikiran bahwa "memilih untuk bahagia" akan membawa kita kepada jalan kebahagiaan. Tetapi hal ini berbeda dan agak rumit jika ditujukan kepada seseorang yang sedang depresi. Jadi tidak sesedeharna itu.
Daan... Tidak ada seorang pun juga yang mau jatuh kedalam zona depresi dan sudah pasti semua orang yang depresi akan berusaha untuk keluar dari zona tersebut. Jadi mengucapkan kalimat "Tidak usah terlalu dipikirkan", "Berhenti merasakaan perasaan sedih atau galau tersebut", sebenarnya dapat membuat sahabat kita menjadi lebih depresi dan sahabat tersebut dapat merasakan bahwa dia sekarang dalam kondisi yang salah atau sedang melakukan sesuatu yang salah. So jangan ucapkan kalimat-kalimat tersebut.

2. Selalu memulai percakapan terlebih dahulu...
Seseorang yang sedang depresi umumnya lebih tertutup dan menghindari komunikasi dengan orang lain, atau malah menghindari komunikasi dengan orang-orang terdekat, seperti kekasih, teman, atau keluarga.
Jadi jika kita melihat teman kita sedang terlihat agak murung, sebaiknya kita memulai percakapan terlebih dahulu, ajak ngobrol2 santai, dan perlihatkan bahwa kita care terhadap teman kita. Tapi hati-hati juga, sapa tau bisa salah persepsi seperti adanya virus-virus pinky... :-)

3. Dengarkan keluh kesahnya...
Salah satu cara yang ampuh untuk membantu orang yang depresi adalah menjadi pendengar yang baik bagi mereka. Kita mungkin saja tidak mengalami pengalaman hidup mereka yang menyedihkan, tetapi dengan mendengarkan mereka kita dapat merasakan/belajar dari mereka tentang sisi hidup yang lain, sehingga mereka dapat memberikan masukan atau nasehat-nasehat ringan atau dapat juga membagi pengalaman hidup. Dengan melakukan cara ini, seseorang yang sedang depresi dapat merasakan bahwa mereka sedang di-support oleh kita

4. Kita harus sensitif terhadap apa yang kita bicarakan...
Beberapa topik pembicaraan kadang-kadang susah dicerna oleh seseorang yang sedang depresi. Jadi sebaiknya kita harus melihat kondisi mental seseorang sebelum mengangkat suatu pembicaraan. Dan jika kita tidak yakin, mungkin ada baiknya kita membuat teman yang depresi tersebut yang memimpin alur pembicaraan. Jika kita merasa tidak yakin terhadap suatu topik pembicaraan, kita bisa bertanya trlebih dahulu apakah baik jika berbicara tentang hal ini, ini, ini dan ini...??? (saran sahaja) :-)

5. Berusaha selalu berkomunikasi setiap hari

6. Memberikan saran untuk mempunyai waktu tidur yang cukup

7. Berikan dukungan yang berkelanjutan semampu kita

8. Kita juga harus belajar tentang depresi. Sapa tau ada pengetahuan atau cara efektif lain yang lebih baik untuk membatu sahabat kita yang sedang depresi.

9. Berikan saran bahwa kamu dapat menjaga atau menghadapi masalah ini.

10. Ini bagi teman-teman yang muslim. Tipsnya "Selalu mendekatkan diri/dzikir kepada Allah Subhanawataala", Karena hati yang sedih, hati yang galau, hati yang tidak tenang, hati yang tertekan, umumnya disebabkan oleh jauhnya seseorang kepada Sang Pemilik Ketenangan hati. Tidak ada kebahagiaan yang hakiki jika kita jauh kepada Allah. Harta, wanita, uang, tidak akan mendatangkan kebahagiaan yang sejati jika tidak diarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah ^_^

Referensi:
http://www.msn.com/en-us/health/mentalhealth/ten-simple-ways-to-support-someone-with-depression/ss-BBQP2BV?ocid=ientp#image=3

Wednesday, January 23, 2019

Alternatif Kata Jangan

Sumber:
https://www.instagram.com/p/Bs2XyahgzpU/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=uhtmle4swb1s

Sunday, December 2, 2018

Kamu Seorang Suami ?


Sumber:
https://web.facebook.com/photo.php?fbid=302780317111863&set=gm.2028626427195893&type=3&theater