Thursday, August 30, 2018

Sunday, August 26, 2018

Doa Masuk & Keluar WC Sesuai Hadits

Sebagian besar dari kaum Muslimin sudah hafal do'a masuk WC, namun ada satu tambahan dzikir di depannya yang belum banyak diamalkan padahal kita tau bahwa WC itu tempatnya Jin dan mereka memiliki mata yang bisa memandang aurat kita...

Jika anda marah bila mengetahui bahwa ada manusia lain yang "mengintip" anda di WC, bagaimana bila yang "mengintip" itu Jin..?

Ingatlah bahwa Jin itu ada Jin Laki-Laki dan ada Jin Perempuan...

Lalu bagaimana caranya agar mereka tidak melihat aurat anda ?

Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam telah mengajarkan kita caranya, perhatikan hadits berikut.

Rasulullah Shallallahu'alahi wassalam bersabda:
.
"Penghalang antara pandangan mata jin dan aurat Bani Adam adalah ketika ada seorang diantara mereka yang masuk kamar mandi maka hendaknya mengucapkan : "BISMILLAH"
Hadits Shohih (HR. at-Tirmidzi no. 606 dan Ibnu Majah no. 297, Hadits ini Shohih sebagaimana dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaul Gholil no. 50).

Wednesday, August 22, 2018

Ujian, Adzab, & Istidraj

Sumber:
https://web.facebook.com/photo.php?fbid=241126886735257&set=gm.2228378057424554&type=3&theater

Tuesday, August 21, 2018

Seorang Dokter Yang Belajar dari Anak SMA


Seorang pemuda berusia 17 tahun dilarikan ke Rumah sakit militer di Riyadh. Sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sedang menangis sedih seraya mengatakan, “Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. Aku baik-baik saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Orang tua mana yang tidak terkejut dengan kalimat tersebut dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan.
.
Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.”
.
Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua syahadat.
“Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera setelah menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, seperti posisi tasyahud dalam shalat.
.
Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya. “Jari telunjukkan membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.”
Selain itu, hal yang paling ajaib adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar bugar. Seperti orang yang sedang beristirahat dengan nyenyak.
.
Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar.
“Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Selalu berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…”
.
Masya Allah… usianya baru 17 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, tetapi amalnya luar biasa. Pantaslah jika dirinya mendapatkan karunia Allah berupa husnul khatimah dan jenazahnya segar bugar.
.
Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah. “Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid.
.
Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal-amalnya. “Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?”
Wallahu A'lam..
.
Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi kepada Allah. Aamiin Ya Rabbal'Aalamiin


Sumber:
https://web.facebook.com/groups/1984182825163419/permalink/2131560330425667/?__xts__[0]=68.ARCsBPvtmjU9eZ_17_FQBJDaN4jf-CuZvavX_VADIe0azQMRDqQqORyh3ZN3hdpNhwfH1t5aMq6VgRc2SEMEquIKP3jVuBNf8qZIe4fBBM0T8PEKtBAa-00ax33Lj9Gg0xgwLE7xyc0WARkqPzaCe5sBo5_EAb1fd_b3Sjt0Mw3yOG9_y_Wn&__tn__=-UC-R

Thursday, August 16, 2018

Ketika Umar bin Khattab Dimarahi Istrinya

Ketika Umar Bin Khattab dimarahi istrinya...
Ia hanya diam mendengarkan
Padahal pada saat itu, Umarlah satu-satunya manusia yang setan pun takut kepadanya...
Umar hanya terdiam dan menyimak semua keluh kesah istrinya.
Ketika ditanya alasannya, Umar menjawab:
"Karena ia telah melahirkan anakku, menjaga, dan mendidiknya...
Maka amarahnya tak sebesar pengorbanan yang ia lakukan untuk keluargaku"